Memberdayakan Keluarga melalui Kampung KB

​Desa Bunderan merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Wonosalam yang pada tahun 2019 ini menjadi desa binaan Dinpermades P2KB pada program kegiatan Kampung KB yaitu program dari pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kualitas masyarakat dalam mengelola sumberdaya keluarga dan lingkungan.

sebagai program pemerintah ​​kecamatan wonosalam pada setiap tahunnya turut mencanangkan kampung KB, kali ini berada di salah satu RW di desa bunderan karena kampung kb ini setingkat dengan RW atau dusun yang memiliki kriteria tertentu dengan keterkaitan dengan kependudukan, KB dan pembangunan keluarga. maka lingkungan ​​sebagai icon kampung kb diharapkan mampu menerapkan pola hidup sehat, terutama mampu mengatasi masalah kependudukan terutama adalah mencegah pernikahan dini.

​demi mewujudkan program tersebut hari ini Rabu 28/08/2019 dilaksanakan pertemuan kelompok kerja oleh para kader desa membahas persoalan kebersihan lingkungan dan tanaman sehat pada setiap rumah tangga agar tercipta lingkungan yang bersih serta sehat bagi keluarga. pertemuan dihadiri oleh Camat Wonosalam, perwakilan dari dinpermades P2Kb kab. demak , PlKb kecamatan wonosalan, kepala desa bunderan serta para kader desa dan masyarakat.

​pada kesempatan itu kabid pemberdayaan keluarga dan pangan kab. demak Drs. Chandra Widjarnoko, M.Si menyampaikan sebagai kampung kb harus diupayakan disetiap lokasi diberikan pojok data, agar masyarakat tahu perkembangan permasalahan lingkungan dari waktu kewaktu bisa dilihat keberhasilannya, apakah prosentase data permasalahan keluarga yang semakin menurun atau tidak, misalnya kasus tingkat kenakalan anak, dan pernikahan dini misalnya fluktuasi perkembangannya bisa dilihat. dan ini harus bisa diawali dari RW lokasi kampung kb ini dan dikembangkan pada RW sebelah dan seterusnya.

​sementara itu Camat Wonosalam Dra. Sri Utami dalam sambutannya menyampaikan pentingnya merubah mindset masyarakat dalam mengupayakan pembangunan keluarga, sebab segala tindakan pembangunan bisa dimulai dari keluarga termasuk mencegah kasus pernikahan dini itu merupakan tugas dan kontrol keluarga, setelah itu baru selanjutnya adalah lingkungan, lingkungan juga berperan penting dalam mewujudkan pembangunan keluarga maka ini akan menjadi tugas bersama.

​​lebih lanjut camat wonosalam menjelaskan tentang penguatan ekonomi keluarga, kuncinya adalah kesungguhan. usaha apapun dilandasi dengan kesungguhan hasilnya pasti akan terlihat misalnya dengan menjahit, mesin jahitnya bantuan dari dinas sosial, membuat baju anak dan menjualnya hanya dengan menjual baju anak seseorang bisa menjual ke luar jawa karena sekarang ini modalnya cukup handphone pengirimannya bisa lewat jasa ekspedisi, saya kira yang hadir disini semuanya sudah menggunakan handpon, silahkan dimanfaatkan”. kata Camat Wonosalam.

​pemanfaatan pekarangan juga tak luput dari perhatian camat wonosalam, sebab sebagai kampung kb lingkungan akan tampak hidup jika ditanami oleh tanaman hidup, maka sebaiknya lahan yang kosong agar ditanami tanaman produktif bisa dalam pot atau dengan sistem hidroponik, tanaman produktif sebaiknya sayur sayuran yang usianya pendek agar bisa diremajakan kembali, kalau kesulitan dalam pemupukan orang nomor satu di kecamatan wonosalam tersebut memberikan trik, saat menyiangi beras sebelum dimasak silahkan air cucian beras ditampung bisa dijadikan pupuk yang subur bagi sayuran.

​Sedangkan Kepala Desa Bunderan Marjuki menyampaikan dirinya akan membagikan secara gratis pot dan tanaman bagi warga kampung kb, ini murni bantuan pribadi kepala desa kepada warganya, setelah acara seluruh kader desa dimintadatang kerumah kepala desa mengambil dan membagikan pot dan tanaman kepada masyarakat. (sm).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *