Categories
Uncategorized

SIPADES 2.0 DILAUNCHING, DESA DI KABUPATEN DEMAK WAJIB ONLINE

Pengenalan Sipades 2.0 saat di Lounching di Ruang Wakil Bupati Demak Selasa (26/10) foto: sam

Pemerintah Kabupaten Demak melounching aplikasi SIPADES 2.0 aplikasi berbasis online yang terkoneksi dengan Kemendagri mulai diresmikan untuk dipergunakan dalam menyusun penatausahaan kekayaan dan aset milik desa.

Kemendagri telah melakukan monev di sejumlah desa di Indonesia, dari monev tersebut dijumpai banyak desa yang tidak melakukan inventarisasi aset milik desa. Banyak barang yang hilang tidak diketahui riwayatnya bahkan saat diminta data aset pihak desa terkesan kebingungan seperti tidak memiliki apa apa.

Hal ini diungkapkan oleh Edy Purwanto, S.IP Kabid Bina Desa Dinpermades P2KB saat memberikan sambutan dalam Lounching SIPADES 2.0 berbasis online di Ruang Wakil Bupati Demak hari ini Selasa (26/10). yang diikuti oleh perwakilan seluruh desa se Kabupaten Demak.

Menurutnya saat ini dengan kemajuan teknologi hampir seluruh desa di Kabupaten Demak telah memiliki jaringan internet, serta dukungan sarana fasilitas kerja seperti Laptop juga hampir setiap perangkat sudah memperolehnya, sehingga sudah tidak ada hambatan bagi desa dalam mengkses Sipades 2.0

Aplikasi diciptakan untuk mempermudah pekerjaan, diantaranya desa lebih mudah dalam mengelompokkan data, menghindari kesalahan kalkulasi, tata cara penginputan, cara cetak hingga menyusun laporan semua disajikan dalam sipades, bahkan data bisa dibackup jadi tidak perlu khawatir data akan hilang.

Sementara itu Anis Wijayanti Kasi Administrasi Desa Dinpermades P2KB menyampaikan pengelolaan aset desa mengikuti siklus penyelenggaraan pemerintah desa saat menjalankan Belanja APBDES tahunan.

Sesuai Perbup Kabupaten Demak Nomor 20 Tahun 2016 tentang aset desa, Pejabat Pengelola Aset Desa adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Kaur Tata Usaha. Pada setiap tahun anggaran, Kaur TU mengajukan rencana kebutuhan aset desa lalu mengajukan permohonan menganai penetapan rincian penggunaan aset yg akan diperoleh dari APBDES dan perolehan sumber lainnya yg sah.

Setelah barang diperoleh tugas selanjutnya melakukan inventarisasi aset, mengamankan dan memelihara aset tersebut. Lalu menyusun dan menyampaikan laporan aset desa dalam bentuk laporan aset desa tahunan. Laporan tahunan dikirim kepada Bupati melalui Camat untuk diteruskan kepada Kemendagri paling lambat tanggal 31 Desember tahun berjalan.

Semua desa bisa mengakses melalui https://sipades-binapemdes.kemendagri.go.id/. dengan user name pengguna dan password sesuai desa masing masing. Didalam aplikasi sudah disediakan berbagai menu yang memudahkan operator mulai dari perencanaan, pengelolaan hingga penghapusan disertai Berita Acaranya juga.

Didalam SIPADES Operator diwajibkan mengaploud RPJMDes, RKPDes dan APBDes. ketiga dokumen itu menjadi dokumen master, dari dokumen master tercipta perencanaan, pengelolaan dan pelaporan. waktu yang dimiliki oleh operator hanya 12 bulan maka sebisa mungkin untuk dipahami dan jangan berhenti mencoba. (sm)

Categories
Uncategorized

Dari Dana Desa Kalianyar Tercipta Wahana Wisata

Camat Wonosalam Dra. Sri Utami saat melakukan potong pita pembukaan WWCP minggu (24/10) foto : sam

Pemerintah Desa Kalianyar akhirnya memiliki wahana wisata yang dinamai WWCP Wahana Wisata Cemplongan Pangkalan. wahana wisata yang menyediakan wahana mainan bebek air, spot selfi dan restoran ini akan dikelola sebagai aset milik desa yang diharapkan dapat memberikan pendapatan bagi desa.

Wahana ini dilounching pada hari ini Minggu (24/10) oleh Camat Wonosalam mewakili Bupati Demak yang berhalangan hadir. pembukaan ini dibanjiri oleh masyarakat kalianyar dan warga desa sekitar yang antusias ingin menikmati wahana bebek air yang masih diberlakukan gratis bagi umum.

Pembangunan wahana ini menjadi prioritas utama desa untuk meningkatkan kualitas desa yang awalnya terisolir menjadi desa jujugan wisata bagi masyarakat sekitar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.

foto deretan karamba pemijahan ikan nila

Pengembangan wisata ini memanfaatkan dana desa untuk mengoptimalkan potensi wisata yang ada di desa, diantara potensi yang ada adalah memanfaatkan tanah milik desa yang tidak produktif menjadi bernilai memiliki manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu Camat Wonosalam Dra. Sri Utami mengapresiasi pencapaian desa Kalianyar yang telah mampu memiliki wahana wisata, setelah wahana dimiliki harus dikelola sebagai Badan Usaha Milik Desa pengelola harus kreatif menciptakan inovasi keberlangsungan usaha.

” Seperti disebuah desa di kota magelang, wisatawan datang ke desa dimanjakan dengan naik mobil jip antik kemudian diantar ke tempat tempat BUMDes, itu salah satu wujud desa mampu menjual hasil kreatifitas”. kata Camat Wonosalam.

Camat wonosalam saat uji coba bebek air. (foto:sam)

Setelah melakukan pemotongan pita, Camat Wonosalam didampingi Kepala Desa dan Sekretaris Desa uji coba menaiki bebek air sembari memberi makan ikan air tawar yang telah ditabur beberapa hari sebelumnya. mengayuh bebek air melihat ribuan ikan saling berebut makan menjadi daya tarik tersendiri dari wahana ini.

Sebagai wahana wisata rintisan, diakui WWCP masih banyak yang harus dibenahi, misalnya penambahan gazebo, MCK dan fasilitas umum lainnya yang lebih mendukung. (sm)

Categories
Uncategorized

RAPAT TERBUKA PENJARINGAN BPD DESA SIDOMULYO

Proses penghitungan suara voting penjaringna BPD sidomulyo minggu (17/10) foto : sam

Sebanyak 14 orang anggota masyarakaat perwakilan dari beberapa wilayah di Desa Sidomulyo mengikuti penjaringan BPD pada hari ini Minggu (17/10) di Balai Desa setempat. Mereka mencalonkan diri untuk mengisi jabatan BPD Desa periode 2021 – 2027.

Desa Sidomulyo memiliki jumlah penduduk diatas 5000 jiwa sehingga membuka pengisian 8 wakil wilayah dan satu orang wakil perempuan yang pembukaan pendaftaran dimulai sejak tanggal 20 September 2021, setelah melalui satu kali masa perpanjangan pendaftaran maka sebanyak 14 orang ditetapkan sebagai calon yang berhak dipilih dalam penjaringan.

Dalam rapat terbuka panitia telah menetapkan berdasarkan hasil dari rapat internal sebelumnya, yaitu proses penjaringan menggunakan metode aklamasi dan voting tertutup. penggunaan aklamasi diputuskan untuk menetapkan wilayah yang memiliki calon tunggal, sedangkan wilayah yang memiliki calon lebih dari satu dipergunakan metode voting tertutup yaitu pemilihan melalui coblosan. Dari sembilan wilayah keterwakilan sebanyak lima wilayah dilakukan aklamasi karena hanya memiliki calon tunggal, sedangkan empat wilayah lainnya dilakukan voting tertutup.

Rapat terbuka dihadiri oleh Unsur Kecamatan yang diwakili oleh Sekcam Mudji Santoso, S.TIP, MH didampingi Kasi Tapem Imam Soedjoko, SH, MH dan staf, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta seluruh Ketua RT, RW dan tokoh masyarakat setempat.

Kepala Desa Sidomulyo Subadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa apapun hasil dari penjaringan BPD ini agar diterima oleh seluruh masyarakat, sebab penjaringan ini telah disaksikan oleh semua tamu undangan dan wakil masyarakat yang hadir, sehingga tidak ada penunjukan atau pengkondisian dari pihak manapun, semua berjalan alami sesuai mekanisme aturan yang ada.

Selanjutnya hasil dari pelaksanaan rapat terbuka ini menurut Kasi Tapem Kecamatan Wonosalam Imam Soedjoko, SH agar segera dilaporkan kepada Ibu Camat untuk diteruskan kepada Bupati Demak, laporan yang dikirimkan akan dievaluasi sebelum diterbitkan menjadi SK oleh Bupati, sehingga bagi desa yang mengajukan usulan lebih awal akan terbit SK bupati dan pelantikan lebih cepat.

Dari hasil penjaringan yang dilakukan panitia ditetapkan melalui aklamasi wilayah 1 (Listyanawati) Wilayah 2 (Ahmad Lusito) Wilayah 5 (Ning Susanti) Wilayah 7 (Sri Harmisih) dan Wakil Perempuan (Rochmawati)

Sedangkan ditetapkan melalui voting tertutup untuk wilayah 3 sdr. Siswanto (5 suara) sdr. abd. khamid (6 suara), Wilayah 4 sdr. Sulistyo (5 suara) sdr. Sudirman (6 suara), Wilayah 6 Sdr. Wardiman (7 suara) Sdr. Abd. Azis (1 suara) Sdr. Suyanto (3 suara) Wilayah 8 Sdr. Budi Suwarto (6 suara) Sdr. Tri Sutrisno (4 suara) dan Tidak sah (1 suara).

Selanjutnya daftar nama calon terpilih secepatnya akan dilaporkan kepada bupati melalui camat wonosalam untuk diusulkan pengesahan keputusan Bupati Demak senin besok. (sm)

Foto Forkopimcam saat menghadiri acara penjaringan BPD
Categories
Uncategorized

PENGISIAN BPD DESA KERANGKULON

Camat Wonosalam Dra. Sri Utami saat memberikan sambutan pengisian BPD (25/9) (foto:sam)

Sebanyak sepuluh orang warga desa mengikuti prosesi pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Kerangkulon Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak.

Mereka mengikuti tahapan penjaringan yang dilakukan oleh panitia dalam rapat terbuka hari ini Sabtu (25/9) di Balai Desa Kerangkulon. Rapat terbuka disaksikan oleh Camat Wonosalam, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tidak kurang 85 orang unsur RT RW, Tokoh masyarakat dan pemuda yang tercatat dalam daftar hadir.

Berdasarkan jumlah penduduk, Desa Kerangkulon ditetapkan ada 6 wilayah dan 1 wakil perempuan. dari pembagian wilayah tersebut setelah dibuka pendaftaran hanya ada sepuluh orang pendaftar.

Dari sejumlah wilayah pendaftaran terdapat 4 wilayah yang semuanya diminati satu orang pendaftar, sedangkan wilayah 2 dan 3 dan wakil perempuan ada dua orang pendfatar. sehingga panitia hanya memilih wakil dari wilayah 2, wilayah 3 dan wakil perempuan.

Menurut ketua panitia Ikhwan Sidiq, SH prosesi diawali pembentukan panitia sejak 29 Agustus lalu, kemudian mulai tanggal 1 – 12 september panitia sudah melakukan pembukaan pendaftaran, dan sudah melakukan perpanjangan pendaftaran hingga 18 September karena masing masing wilayah yang daftar kurang dari tiga orang. setelah masa perpanjangan selesai maka panitia terpaksa menetapkan sepuluh orang calon yang berhak di pilih dalam rapat terbuka.

Sementara itu Camat Wonosalam Dra. Sri Utami saat memberikan sambutan menyampaikan bahwa Desa Kerangkulon adalah desa pertama yang sudah melaksanakan tahap pemilihan BPD dan rapat terbuka pemilihan hari ini adalah tahap kesepuluh dari 12 tahapan yang berkahir dengan pelantikan.

Menurut Camat Wonosalam seluruh rangkaian tahapan harus mengacu pada Perda 6 tahun 2020 dan perbup 3 tahun 2021 tentang BPD karena sejak diundangkan dua peraturan itulah yang berlaku bagi BPD.

prosesi penghitungan suara oleh panitia (foto:sam)

Sementara itu dalam menentukan hak pemilihan, panitia menetapkan menggunakan voting terbuka yang sudah disepakati oleh seluruh panitia pada rapat internal sebelumnya dan sudah dituangkan dalam berita acara.

Dari 4 wilayah yang diminati satu orang pendaftar secara de facto ditetapkan sebagai anggota BPD yaitu wilayah 1 : sdr. Harsono, wilayah 4 : sdr. Muhamad Mujahidin, wilayah 5 : sdr. Ahmad Mujib Maulana, Wilayah 6 : sdr. Muhamad Amrin.

Sedangkan voting terbuka dilakukan di wilayah 2 yaitu sdr. Ali Musyafak 6 suara dan sdr. Khoirul Anam 3 suara. untuk wilayah 3 yaitu sdr. Haris Setyono 3 suara dan Wiwik Romdhonah 4 suara.

Sementara untuk wakil perempuan dipilih oleh 19 wakil perempuan terdiri dari tokoh RT, RW, Fatayat, Muslimat dan Tokoh pendidikan dan tokoh perempuan lainnya, memilih Pretty Ernawati 16 suara dan Eny Muthoharoh 3 suara.

Daftar nama masing masing wakil wilayah terpilih akan dilaporkan kepada Kepala Desa untuk diteruskan kepada Bupati Demak melalui Camat Wonosalam pada hari berikutnya. (sm)

Categories
Uncategorized

ALUR TEKNIS PEMILIHAN BPD

Camat Wonosalam saat menghadiri Musrenbangdes dan penyampaian alur pengisian BPD kamis (23/9) (Foto Sam)

Beberapa desa di wilayah Kecamatan Wonosalam saat ini mulai melakukan penjaringan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setelah terbitnya peraturan sebagai acuan dasar pengisian yaitu perda 6 tahun 2020 tentang BPD dan perbup 3 tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan perda nomor 6 tentang BPD.

Anggota BPD merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan keterwakilan perempuan yang pengisiannya dilakukan secara demokratis melalui proses pemilihan secara langsung atau musyawarah perwakilan.

Wakil perempuan adalah perempuan warga desa yang memenuhi syarat calon anggota BPD serta memiliki kemampuan dalam menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan perempuan.

Panitia setelah dibentuk oleh Kepala Desa, melakukan tahapan pelaksanaan sesuai aturan yang berlaku. mulai dari menyusun jadwal kegiatan, menyusun tata tertib, sosialisasi, membuka pendaftaran, memeriksa identitas calon sesuai persyaratan yang ditentukan, menetapkan calon yang dipilih hingga menetapkan serta mengumunkan daftar para pemilih.

Panitia pengisian menerima usulan calon anggota BPD dari panitia pemilihan tingkat wilayah keterwakilan, usulan calon BPD ditentukan paling sedikit 3 orang dan maksimal 5 orang dari masing masing wilayah, Jika usulan dibawah 3 orang maka pendaftaran bisa diperpanjang

Berdasarkan usulan calon anggota BPD tersebut maka panitia pengisian mengadakan rapat terbuka dengan aklamasi atau voting tertutup untuk memilih anggota BPD sesuai jumlah yang telah ditetapkan.

Penentuan rapat terbuka dengan aklamasi atau voting tertutup ditentukan dengan rapat internal panitia yang dituangkan dalam Berita Acara.

Pelaksanaan rapat terbuka harus disaksikan oleh unsur wilayah keterwakilan yang terdiri atas:
a. Ketua Rukun Warga (RW);
b. Ketua Rukun Tetangga (RT);
c. paling banyak 2 Tokoh Masyarakat;
d. 1 orang Tokoh Perempuan;
e. 1 (satu) orang Tokoh Pemuda.

Hasil pelaksanaan rapat terbuka dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh panitia pengisian.

Calon anggota BPD terpilih disampaikan oleh panitia pengisian kepada Kepala Desa paling lama 7 (tujuh) hari sejak calon anggota BPD terpilih ditetapkan panitia
pengisian.

Selanjutnya Calon anggota BPD terpilih disampaikan oleh Kepala Desa kepada Bupati melalui Camat paling lama 7 (tujuh) hari sejak diterimanya hasil pemilihan dari Panitia Pengisian Anggota BPD untuk diresmikan oleh Bupati. (sm)